“Semarak Rasa di Hari Raya”
Apa yang terlintas di pikiranmu saat mendengar kata Lebaran? Berkumpul bersama keluarga, menikmati hidangan istimewa, atau menerima uang dari orang tua? Lebaran tak pernah sama bagi siapa pun. Ia hidup melalui pengalaman, ingatan, dan perasaan yang menjadikannya istimewa dengan caranya masing-masing.
Lebaran hadir di seluruh dunia dengan wajah yang beragam— bahkan di tempat di mana Muslim menjadi minoritas sekalipun. Di Malaysia, ia terasa lewat aroma kuah lodeh dan lontong yang nikmat; di Amerika, ia hadir dalam kehangatan kebersamaan komunitas kecil; sementara di wilayah pengungsian warga Suriah, Lebaran dirayakan dalam kesederhanaan, melalui manisnya setiap gigitan kukis ka’ak yang dibagi bersama di tengah keterbatasan.
Ditulis oleh 15 kontributor, setiap kisah dalam Once Upon an Eid mengajak pembaca melihat bagaimana budaya, ruang, dan situasi membentuk cara umat Muslim merayakan hari raya yang kadang penuh semarak, kadang pula dalam kesunyian, tanpa menghilangkan makna dasarnya.
Berikut ini adalah para penulis dalam kumpulan kisah ini:
Jamilah Thompkins-Bigelow, Aisha Saeed, Asmaa Hussein, S. K. Ali , Candice Montgomery, Rukhsana Khan, Hena Khan, G. Willow Wilson, Sara Alfageeh, N. H. Senzai, Ashley Franklin, Hanna Alkaf, Huda Al-Marashi, Ayesha Mattu, Randa Abdel-Fattah.