-
-
-
Bangkol (2024-1934)
Rp 99.000
Ukuran: 13 x 20,5
Halaman: 288

Sinopsis:

1930-an awal, orang-orang Jawa diangkut ke Sumatra untuk membuka lahan perkebunan kina, kayu manis, dan cengkeh. Mereka dikirim ke belantara, dipaksa bekerja, dan tidak lebih berharga daripada binatang. Di tahun-tahun gelap itulah, seorang mata-mata NAZI bernama De Agueda dikirim ke salah satu perkebunan untuk menyusup dan mengacaukan Hindia Belanda dari dalam.

Sampai hampir seabad kemudian, orang-orang yang hidup di perkebunan bernama Bangkol itu merahasiakan segalanya. Mereka percaya perkebunan itu terkutuk. Tapi tidak bagi Pramu Singgih Wardana yang dihantui rasa penasaran kepada Bangkol, kampung halaman leluhurnya. Semula, dia hanya membantu Evelin van Bertha untuk penelitiannya menelusuri jejak keterlibatan NAZI dalam kemerdekaan Indonesia. Namun, semuanya berubah mencekam saat Evelin tiba-tiba menghilang.

Pram harus mencari Evelin sekaligus memecahkan teka-teki mengenai Bangkol, tentang apa saja yang ditinggalkan De Agueda, serta memilih apakah dia akan mengungkapkan semua kekejian masa lalu itu atau menyimpannya untuk diri sendiri.