Saat masih duduk di bangku SMP, Misa kehilangan kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan. Ia kemudian diasuh oleh bibinya, Yayoi, dan menghabiskan masa SMA di sebuah kota kecil di daerah pegunungan. Di rumah yang dikenal sebagai Midori Yashiki itu, Misa menjalani hari-hari bersama sang bibi yang hidup sederhana namun tertata rapi. Setelah lulus sekolah dan memulai kehidupannya sendiri, Misa jarang kembali ke tempat tersebut.
Hampir tiga puluh tahun kemudian, Misa menerima telepon dari kantor pemerintahan setempat. Mereka mengabarkan bahwa Yayoi mulai menunjukkan gejala demensia dan kondisi rumahnya memprihatinkan. Kabar itu membuat Misa kembali mengunjungi kampung halaman yang telah lama ia tinggalkan.
Sesampainya di sana, ia terkejut mendapati rumah yang dulu bersih dan nyaman kini telah berubah menjadi rumah penuh sampah. Di tengah kekacauan itu, Yayoi tampak hidup dalam ingatan yang terpecah antara masa lalu dan masa kini. Setelah berhasil memasukkan bibinya ke sebuah fasilitas perawatan dengan bantuan pihak pemerintah setempat, Misa memutuskan untuk membersihkan rumah tersebut.
Saat membereskan tumpukan barang yang memenuhi rumah, Misa menemukan berbagai benda yang perlahan membuka kembali potongan-potongan masa lalu: uang tunai yang tersembunyi, botol-botol air yang ditimbun dalam jumlah besar, barang-barang lama yang masih tersimpan rapi, serta sebuah buku yang dulu ia pinjam dari kekasihnya semasa muda. Benda-benda itu membangkitkan kenangan yang telah lama terkubur dan memunculkan pertanyaan tentang kehidupan sang bibi yang sebenarnya.
Pencarian sederhana untuk merapikan rumah perlahan berubah menjadi upaya mengungkap rahasia yang selama ini tersembunyi. Ketika sebuah brankas ditemukan di antara tumpukan barang, Misa mulai menyadari bahwa ada banyak hal tentang masa lalu bibinya yang tidak pernah ia ketahui.
Melalui rangkaian peristiwa yang tak terduga, Misa dihadapkan pada kenyataan yang mengejutkan tentang keluarga, ingatan, dan pengorbanan yang sering kali tak terlihat. Sebuah misteri psikologis yang mengangkat tema perawatan lansia, hubungan keluarga, dan suara-suara perempuan yang selama ini terabaikan.