Aku hidup dalam dunia sunyi, di mana kata-kata tak bermakna dan emosi terkunci rapat.
Kereta membawaku menjauh dari segala yang kukenal, menuju takdir yang tak pernah kubayangkan.
Dan di sanalah dia, wanita dalam lukisan, terbungkus bulu, matanya menyimpan rahasia yang sangat ingin kutahu.
Dia bukan sekadar cantik, dia adalah kekuatan alam, liar dan bebas, segalanya yang tidak kumiliki.
Di hadapannya, aku menemukan bagian diriku yang tak pernah kuketahui. Dia mengajariku cara merasakan.
Aku meninggalkan Berlin, tapi tak pernah benar-benar meninggalkannya. Dia tetap ada di setiap napas, setiap detak jantung, setiap momen sunyi.
Madonna in a Fur Coat bukan sekadar novel roman biasa. Ini adalah perjalanan emosional yang akan membawa Anda masuk ke dalam jiwa Raif Effendi, seorang pria pemalu yang hidupnya berubah total ketika bertemu Maria Puder, seorang pelukis misterius di Berlin tahun 1920-an.
Novel klasik Turki karya Sabahattin Ali ini telah menyentuh jutaan hati di seluruh dunia. Kisahnya tentang cinta yang tak terbalas, kerinduan yang tak pernah padam, dan penyesalan yang menghantui seumur hidup akan membuat Anda merenungkan makna cinta sejati.
Bayangkan merasakan cinta yang begitu murni, namun takdir memisahkan Anda. Bayangkan mengingat seseorang setiap hari selama puluhan tahun, dengan perasaan yang tak pernah pudar. Itulah yang dialami Raif Effendi.
Novel ini akan membuat Anda tertawa, menangis, dan merenungkan setiap keputusan yang pernah Anda ambil dalam hidup. Ini adalah karya sastra yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengubah perspektif Anda tentang cinta, kehilangan, dan arti hidup yang sesungguhnya.
Ribuan pembaca di seluruh dunia telah merasakan kekuatan cerita ini. Jangan sampai Anda melewatkan pengalaman membaca yang akan mengubah cara Anda memandang cinta dan kehidupan.