Sejak hari pemakaman ibunya, Asmahan tidak lagi bisa melihat warna. Dunia di sekitarnya memudar jadi gradasi abu-abu — langit, laut, bahkan wajah orang-orang yang ia sayangi. Dokter menyebutnya trauma. Asmahan menyebutnya kehilangan yang tidak tahu cara berhenti.
Di tengah kekosongan itu, ia menemukan sebuah buku sketsa tua peninggalan neneknya — penuh gambar laut dengan warna-warna yang terasa hidup, seolah menyimpan sepotong ingatan keluarga yang belum sempat diceritakan kepadanya. Setiap kali membuka halamannya, sekelumit warna perlahan kembali.
Namun buku sketsa itu menyimpan lebih dari sekadar gambar — ia membawa Asmahan menyusuri jejak masa lalu keluarganya yang panjang, memaksanya menghadapi bagian dari dirinya sendiri yang selama ini ia hindari. The Ocean Would Paint Me Blue adalah kisah tentang duka, warisan keluarga, dan cara menemukan jalan pulang menuju warna.
Tersedia juga di seluruh toko buku Gramedia se-Indonesia.
Lanjutkan membaca kisah Sophie sepenuhnya dengan memiliki buku ini, cetak maupun e-book.