SEBUAH RENUNGAN

Bahan Renungan dari Djournal × Darbotz

Ada satu kolaborasi brand-seniman yang menarik buat dipikirin bareng — dari sesi IdeaFest 2026. Yuk kita bedah pelan-pelan.

I Dewa Gede AriCluster Brand Manager, Djournal (Ismaya Group)
Glee AnandaCreative Director, Mahavisual
ModeratorGie Sanjaya
01 / 12
TAPI MUNDUR DIKIT DULU

Kenapa mereka mau kolaborasi sama Darbotz? Dasarnya apa?

Djournal pertama buka 2013 di Grand Indonesia. Di 2024, setelah 10+ tahun jalan, tim ngerasa perlu nyegerin identitas — lahir logogram baru "Seven Sparks" dan strategi 3C: Coffee, Community, Collaborations.

Untuk bagian "Collaborations" ini, mereka sengaja pilih seni — medium yang menurut Dewa jarang banget disentuh brand kopi lain.

Yang gue suka dari Darbotz, sehari-hari dia masih naik motor keliling Jakarta, bawa tangga lipat, masih gambar "monster ball" yang sama dari awal karirnya dulu.

— disarikan dari I Dewa Gede Ari, soal alasan pilih Darbotz
02 / 12
TAPI TERNYATA NGGAK LANGSUNG MULUS

"Kenapa identitas Djournal jadi kabur, ya?"

Ini pertanyaan yang sempat bikin tim Djournal sendiri deg-degan, begitu ide kolaborasi sama Darbotz mulai jalan. Djournal udah ada sejak 2013 — sementara nama Darbotz udah lebih dulu besar duluan.

Kalau budget besar dihabiskan tapi eksposurnya lebih banyak ke Darbotz, rasanya kolaborasi ini bergeser jadi sekadar mensponsori sang seniman.

— I Dewa Gede Ari, Djournal
03 / 12
TERUS, GIMANA MEREKA KELUAR DARI SITU?

Jawabannya: main di warna, bukan biarin satu gaya menang sendiri

Mahavisual sengaja nggak biarin gaya hitam-putih khas Darbotz mendominasi ruang. Mereka main-main sama warna, supaya karakternya tetap kerasa "Djournal", bukan malah gantiin.

Bahkan pas presentasi konsep awal ke Bram Hendrata, CEO Ismaya Group — responsnya langsung, "kok berasa terlalu rame ya." Dari situ mereka balik lagi, revisi.

Mural jalanan berwarna-warni
Foto ilustratif mural jalanan — bukan karya Darbotz yang sebenarnya. via Wikimedia Commons
04 / 12
OH IYA, INI BUKAN PROYEK KEMARIN SORE

Semuanya lahir dari ngobrol santai, bukan brief formal

Mahavisual — nyebut dirinya "art and experience lab", berdiri 2020/2021 sama Fakhruddin Arrazi, Inggrit Yusrina, dan Yudha Ludiranto. Djournal Monster Cafe ini lahir dari inisiatif mereka sendiri, bukan dari klien yang minta.

2013
Djournal pertama buka, Grand Indonesia
2024
Revitalisasi identitas — logogram Seven Sparks
~2 th
Proses kolaborasi sampai buka toko
05 / 12
NAH, DARI SITU LAHIR TIGA KARAKTER INI

Busy, Cozy, Easy

Bukan sekadar gambar lucu — tiga karakter ini sebenarnya potret tiga tipe pelanggan Djournal yang beneran ada, dan jadi dasar mikirin produk juga.

BURU-BURU, TAPI SETIA

Busy

Pesan kopi hitam, langsung jalan — mewakili ritme pagi orang kantoran yang mampir sebentar.

Karakter Busy, Cozy, Easy — Djournal x Darbotz
Karakter Busy, Cozy, Easy. via Cosmopolitan Indonesia
06 / 12
TERUS SERUNYA, KARAKTER INI NENTUIN RASA JUGA

Bukan cuma nempel di gelas, tapi masuk ke resep

Apple Pomelo Cold Brew

Ada dua dimensi — rasa dan tekstur — lewat pulp pomelo. Butirannya sengaja dibikin mirip gigi khas karakter Darbotz.

Enting-Enting Latte & Chocolate

Angkat rasa jajanan masa kecil, biar orang jadi kangen sekaligus punya bahan ngobrol.

Produk kolaborasi Djournal x Darbotz
Produk kolaborasi Djournal × Darbotz.
07 / 12
BAHKAN CANGKIRNYA PUNYA "TUGAS"

Satu cangkir bisa mulai lima obrolan jam 9 pagi

Bayangin lima obrolan terjadi jam 9 pagi antara dua orang yang, kalau bukan karena cangkir ini, mungkin nggak akan ngobrol sama sekali.

— I Dewa Gede Ari, Djournal

Idenya simpel aja sebenarnya: ubah barang sehari-hari — cangkir, tumbler — jadi pemicu ngobrol, bukan sekadar merchandise biasa.

08 / 12
SATU HAL LAGI YANG MENARIK

Karya seninya tetap harus "kerja", bukan cuma dipajang

Contoh dari Glee: ada patung karya Darbotz di kafe yang sekaligus jadi tempat duduk. Nilainya sebagai karya seni nggak boleh bikin dia lupa fungsi aslinya — kursi.

Djournal Pasar Raya juga sering jadi panggung buat showcase musisi Rony Parulian dan rekaman podcast Kunto Aji bareng tim Hifi.

Interior Djournal Monster Cafe
Ruangan Djournal Monster Cafe. via Kompas.com
09 / 12
TERNYATA INI SEMUA BUKAN KEBETULAN

Kolaborasi ini cuma satu dari tiga hal yang mereka pegang sejak 2024

Coffee

Kualitas & pengalaman kopi tetap yang utama.

Community

Djournal Pasar Raya jadi panggung kreator lokal.

Collaborations

Pilih seni karena jarang disentuh brand kopi lain.

Tagline "Make Everyday Exciting" — lahir bareng logogram baru, Seven Sparks, di 2024.

10 / 12
NAH, BUAT KITA DI MIZAN — APA YANG BISA DIPETIK?

Empat hal yang kayaknya perlu kita koreksi

Karakter dari pembaca, bukan metafora

Busy/Cozy/Easy lahir dari riset pelanggan — bukan simbol puitis dari cerita.

Waspadai identitas yang tenggelam

Gaya ilustrator besar bisa menutupi identitas Mizan sendiri kalau nggak diantisipasi.

Merchandise harus berguna

Bukan cuma cantik dipajang — harus benar-benar dipakai.

Beri waktu, bukan dikejar semalam

Hasil sekuat ini butuh proses panjang, bukan tenggat mepet.

11 / 12
JADI, KALAU DITARIK JADI SATU RENUNGAN
Kolaborasi yang sehat bukan yang satu pihak paling menonjol — tapi yang dua identitas tetap bisa dikenali, berdampingan, tanpa saling menutupi.
Dari sesi Mahavisual, IdeaFest 2026 & liputan Campaign Indonesia (Aulia Masna, 9 Sep 2026)
12 / 12
ideafeastaliraf