Ada satu kolaborasi brand-seniman yang menarik buat dipikirin bareng — dari sesi IdeaFest 2026. Yuk kita bedah pelan-pelan.
Djournal pertama buka 2013 di Grand Indonesia. Di 2024, setelah 10+ tahun jalan, tim ngerasa perlu nyegerin identitas — lahir logogram baru "Seven Sparks" dan strategi 3C: Coffee, Community, Collaborations.
Untuk bagian "Collaborations" ini, mereka sengaja pilih seni — medium yang menurut Dewa jarang banget disentuh brand kopi lain.
Yang gue suka dari Darbotz, sehari-hari dia masih naik motor keliling Jakarta, bawa tangga lipat, masih gambar "monster ball" yang sama dari awal karirnya dulu.
— disarikan dari I Dewa Gede Ari, soal alasan pilih DarbotzIni pertanyaan yang sempat bikin tim Djournal sendiri deg-degan, begitu ide kolaborasi sama Darbotz mulai jalan. Djournal udah ada sejak 2013 — sementara nama Darbotz udah lebih dulu besar duluan.
Kalau budget besar dihabiskan tapi eksposurnya lebih banyak ke Darbotz, rasanya kolaborasi ini bergeser jadi sekadar mensponsori sang seniman.
— I Dewa Gede Ari, DjournalMahavisual sengaja nggak biarin gaya hitam-putih khas Darbotz mendominasi ruang. Mereka main-main sama warna, supaya karakternya tetap kerasa "Djournal", bukan malah gantiin.
Bahkan pas presentasi konsep awal ke Bram Hendrata, CEO Ismaya Group — responsnya langsung, "kok berasa terlalu rame ya." Dari situ mereka balik lagi, revisi.
Mahavisual — nyebut dirinya "art and experience lab", berdiri 2020/2021 sama Fakhruddin Arrazi, Inggrit Yusrina, dan Yudha Ludiranto. Djournal Monster Cafe ini lahir dari inisiatif mereka sendiri, bukan dari klien yang minta.
Bukan sekadar gambar lucu — tiga karakter ini sebenarnya potret tiga tipe pelanggan Djournal yang beneran ada, dan jadi dasar mikirin produk juga.
Pesan kopi hitam, langsung jalan — mewakili ritme pagi orang kantoran yang mampir sebentar.
Ada dua dimensi — rasa dan tekstur — lewat pulp pomelo. Butirannya sengaja dibikin mirip gigi khas karakter Darbotz.
Angkat rasa jajanan masa kecil, biar orang jadi kangen sekaligus punya bahan ngobrol.
Bayangin lima obrolan terjadi jam 9 pagi antara dua orang yang, kalau bukan karena cangkir ini, mungkin nggak akan ngobrol sama sekali.
— I Dewa Gede Ari, DjournalIdenya simpel aja sebenarnya: ubah barang sehari-hari — cangkir, tumbler — jadi pemicu ngobrol, bukan sekadar merchandise biasa.
Contoh dari Glee: ada patung karya Darbotz di kafe yang sekaligus jadi tempat duduk. Nilainya sebagai karya seni nggak boleh bikin dia lupa fungsi aslinya — kursi.
Djournal Pasar Raya juga sering jadi panggung buat showcase musisi Rony Parulian dan rekaman podcast Kunto Aji bareng tim Hifi.
Kualitas & pengalaman kopi tetap yang utama.
Djournal Pasar Raya jadi panggung kreator lokal.
Pilih seni karena jarang disentuh brand kopi lain.
Tagline "Make Everyday Exciting" — lahir bareng logogram baru, Seven Sparks, di 2024.
Busy/Cozy/Easy lahir dari riset pelanggan — bukan simbol puitis dari cerita.
Gaya ilustrator besar bisa menutupi identitas Mizan sendiri kalau nggak diantisipasi.
Bukan cuma cantik dipajang — harus benar-benar dipakai.
Hasil sekuat ini butuh proses panjang, bukan tenggat mepet.
Kolaborasi yang sehat bukan yang satu pihak paling menonjol — tapi yang dua identitas tetap bisa dikenali, berdampingan, tanpa saling menutupi.