Sembilan orang (termasuk Video Content Lead baru) dengan keahlian lengkap: konten, KOL, iklan Meta & TikTok, SEO, website, database, dan desain. Tugasnya mendukung semua aktivitas digital dari Creative Strategist tiap imprint. Kenyataannya, order support dari Creative Strategist jarang terjadi, dan kalaupun ada, hanya sebatas boost konten. Karena itu Tim Digital berinisiatif sendiri mengkampanyekan buku-buku Mizan.
Mizan sudah punya 6 content creator yang membuat konten modal HP. Yang belum ada adalah orang yang menyatukan arah, standar, dan hasil mereka ke target reach. Videographer yang sudah berstatus karyawan tetap diubah perannya untuk mengisi posisi itu.
Format, hook, dan standar kualitas per imprint disepakati bersama 6 content creator. Pemeriksaan sebelum tayang mulai jalan.
60 video per bulan lolos standar. Video terbaik mulai diolah jadi materi iklan. Video peluncuran pertama tanpa vendor.
Rata-rata key result minimal 70%: posisi dipermanenkan. Di bawah itu: dievaluasi bersama.
Dengan budget iklan Rp 8 jt per imprint, sekitar 70% target reach harus datang dari organik, KOL, dan SEO, dan konten yang di-boost harus diambil dari organik yang terbukti jalan. Creative Strategist tetap menyetujui isi konten imprint-nya.
Kalau sosmed pindah ke Creative, target reach organik dan KOL ikut pindah.
Konten pendek sudah dikerjakan 6 content creator modal HP. Videographer (karyawan tetap) diubah perannya jadi Video Content Lead yang mengarahkan mereka, dengan OKR 3 bulan.
Menjaga identitas visual 5 imprint supaya tetap terlihat beda, membuat materi iklan statis dan carousel, serta menyiapkan template agar produksi video bisa cepat.
Masuk unit Konten & Sosmed dan lapor langsung ke Digital Strategist. Mengarahkan 6 content creator dari sisi standar dan arah kreatif. Thif pegang rencana dan distribusi.